(Saya) Ingin Bercinta

Baiklah..

Judulnya, memang tak lain tak bukan, adalah dalam rangka menanggapi respon yang telah diberikan atas tulisan sebelumnya. Baik yang secara langsung dituliskan oleh si pemberi respon pada bagian komentar, ataupun melalui media lain yang memungkinkan mereka menghubungi saya.

Lalu entah kenapa, saat menerima semua respon itu, yang seketika terbersit dalam kepala saya, adalah pria ini. Dan juga satu peristiwa dengannya, yang masih membekas dengan jelas dalam ingatan saya.

Entah berapa tahun silam.

Saat suatu malam, saya berbaring di atas tempat tidur. Lampu kamar telah dipadamkan, namun mata saya masih belum juga terpejam. Gordijn sengaja dibuka lebar-lebar, agar saya bisa memandangi langit di luar sana sebagai pengantar tidur. Saya tidak tahu apa yang telah saya lakukan sepanjang siang itu, tepatnya saya tidak ingat, sampai sudah lewat tengah malam tapi mata ini tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan segera terpejam.

Saya mengirimkan pesan singkat padanya.

Pada seseorang yang saya tahu, pasti belum tidur juga.

Seseorang yang.. karena satu dan lain hal, tiba-tiba menjadi seseorang yang (sangat) dekat, dalam satu periode waktu kehidupan saya. Seseorang yang kemudian saya percayakan satu rahasia besar dalam hidup saya, yang tak pernah saya ceritakan kepada siapapun juga sebelumnya.

baca selengkapnya di: dudukBERSILA


About this entry