Menjadi Rahwana

Sumpah!

Saya sebenarnya tidak ingin marah. Sama sekali.

Perasaan yang sudah menggelembung, menunggu kapan saatnya bisa diluapkan, rasanya sudah mencapai ubun-ubun saja. Tinggal menunggu katupnya terbuka, dan meledaklah semuanya. Membanjir lalu menenggelamkan saya sedalam-dalamnya.

Membuat saya tidak bisa melihat apapun juga, hanya mencoba naik kembali ke permukaan. Menyelamatkan diri supaya tidak semakin terbenam dalam perasaan saya sendiri.

Dan saya membencinya.

Bukan pada kemarahan yang saya rasakan.

Tapi pada bagaimana saya berusaha meraih permukaan itu kembali. Bagaimana saya bisa melakukan apapun juga agar kemarahan itu teratasi.

I hate it.

Saya bahkan tidak menyukai pikiran saya sendiri tentang kemungkinan bahwa saya bisa melakukan apapun.

Dan kalau saja mereka tahu, betapa saya demikian tidak inginnya merasa marah, betapa saya berusaha setengah mati menjaga agar perasaan itu tidak muncul, mestinya mereka tidak membiarkan saya merasa demikian.

baca selengkapnya di: dudukBERSILA


About this entry