Turned Off

Layar notebook saya buka setelah menyambungkannya pada listrik. Ipod sudah disiapkan dan earphone pun sudah direkatkan pada kedua telinga. Secangkir besar teh hangat beserta chicken pie yang baru saja diantarkan juga semakin memenuhi meja saya.

Lalu, saya justru termenung. Menopangkan dagu pada kedua tangan yang terkatup rapat, tersangga di atas kedua lutut.

Saya tahu betul bahwa saat ini ada sesuatu yang harus dikerjakan.

Tapi saya tidak bisa melakukannya.

Isi kepala saya seolah menguap entah ke mana. Saya tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan hal terkecil sekalipun, tentang apa yang baru saja dilalui sepanjang siang tadi. Saya sudah tidak ingat.

Menuangkan gula ke dalam minuman, lalu memotong chicken pie menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Sempat terpikir pula untuk membuka sebuah program permainan di dalam notebook, mungkin bisa menghalau sejenak perasaan yang tidak menyenangkan ini. Tapi, niat untuk melakukan hal yang biasanya menyenangkan itu juga sama sekali hilang.

Tanpa sadar, tiba-tiba saja saya merasakan tangan saya basah. Sebuah tetesan mengalir dari pergelangan tangan hingga menyentuh lutut tempat di mana siku saya letakkan. Dan tetesan kedua pun menyusul.

ยป baca versi lengkapnya!


About this entry