Selamat Idul Fitri 1429 H
Langit sudah mulai meredup ketika saya melangkahkan kaki ke luar rumah. Sebuah armada taksi langganan sudah menunggu persis di depan pintu pagar.
Selain karena si hitam memang sedang digunakan ayah untuk pergi entah ke mana itu, saya sebenarnya juga sedang malas harus berkendara sendiri. Nyaris setiap hari kemarin itu saya harus bolak-balik ke Depok dan berkeliling kota Jakarta dengan mengendarai si hitam. Lagipula kali ini saya memang hanya akan pergi ke satu tujuan, sehingga rasanya tidak akan terlalu merepotkan tanpa si hitam.
“Selamat sore, Mbak..”
“Sore, Mas.. Kita ke Kelapa Gading, ya?!”
“Baik, Mbak. Sudah tidak ada yang tertinggal?”
“Enggak kok, Mas.”
Si Mas pengemudi taksi pun melajukan kendaraannya menjauh dari rumah saya.
Andi, namanya. Setidaknya, begitulah yang sempat terbaca di kartu pengenal yang terpampang di dashboard depan kursi penumpang di sampingnya itu. Saya sempat melongok sesaat tadi. Ia tampak masih muda, usianya pun mungkin tidak jauh berbeda dari saya.
About this entry
You’re currently reading “Selamat Idul Fitri 1429 H,” an entry on the backpack
- Published::
- 9.30.08 / 8pm
- Category:
- Uncategorized
- Tags:
Comments are closed
Comments are currently closed on this entry.